Friday, December 30, 2011

What Dr. Richard Gentry says???

Posted by Siti Mazlita | 0 comments
Who is Dr Richard Gentry?

A former University professor and elementary school teacher, Dr. Gentry brings to BrillKids over thirty years of experience in the field of early education. He is also the author of many books including Raising Confident Readers: How to Teach Your Child to Read—From Baby to Age 7


How did you first come across the concept of baby and toddler reading, and what were your first thoughts about it?

I’ve studied beginning reading for over thirty years and have written books about how very young children learn to read in school. Although I knew many children learned to read as babies and toddlers before entering school, there is little research on 2- and 3-year-old readers and I had not worked with them, so like most reading professors and researchers, baby/toddler reading was an academic blind spot. After being invited to write a book for parents about raising readers, my first thoughts were “Get to work!” I had waited too long to investigate this important topic. It took me three years to write the book!



Was there anything that surprised you about the subject, or which you didn’t realize before?

Almost everything I learned surprised me—there were new discoveries about beginning reading with great potential for the reading world. The work I did with parents who were successful teaching their babies and toddlers to read opened new doors to my thinking. I learned that babies learn to read differently and more easily than children who learn to read in school from formal instruction and that the most important aspect of early reading was interaction with loving parents and bonding. I’m convinced that baby/toddler reading has long-term positive effects on children such as better facility with language, building intelligence, and boosting academic success in school.

Why do you think some experts are slow to accept the notion that babies can read?

Some experts don’t understand the importance of early “word reading.” Baby/toddler readers likely go through a different set of steps for organizing the reading brain circuitry than six-year-old nonreaders who learn to read from formal instruction in school. Some experts don’t recognize that babies pick up reading easily from developmentally appropriate interactions with parents and they have special language capacities from birth to age three, just as they do with learning multiple languages, enabling them to do remarkable things with learning to read during this special window of opportunity for brain development. Most of the experts who are skeptical think real reading begins with phonics and they don’t recognize that given the right exposure, toddlers can intuit the rules of phonics over time just like they intuit the rules of grammar which are necessary to speak in sentences. I predict that new discoveries from brain scanning will soon show development of the beginnings of brain circuitry for reading in babies and toddlers. Magnetic electroencepholography has potential to show changes in brain architecture with babies reading words as early as eight months of age and perhaps potential to track how the toddler’s reading brain circuitry grows over time. My hypothesis is that the studies will show development as baby/toddler readers move from reading words to couplets to sentences along with other language related developments.


We know that early reading also includes a lot of early memory reading by children who love reading their favorite books over and over with their parents. But surprisingly, teaching babies and toddlers to read need only take little time—five or ten minutes a day along with routine story reading and book sharing. It’s really about brief lessons that are more like word games to the child, lessons that are fun to play with mom, dad or a care giver along with enjoying books together. All children should have these experiences as babies and toddlers. Experts who aren’t in favor of baby/toddler reading don’t get the concept. They usually think it’s forced, formal, or beyond the babies capacity to read. Of course, it isn’t.

What do you think are the keys to success in teaching babies and toddlers to read?

From an instructional standpoint the keys to success are found in the acronym READ: Repetition—Enthusiasm—Attention—Drawing. (Early pencil and paper activity often leads the child to try writing and to think about how the system works.) But the real keys to success are simple: parent interaction and bonding, enjoying books and word games, never using force. Reading? If you put it out there and let babies and toddlers have fun with it they soak it up.

 

Source: http://blog.brillkids.com/

Monday, December 26, 2011

Hafaz Qur'an Seawal 1 Tahun??

Posted by Siti Mazlita | 0 comments
Masya Allah, Subhanallah, Allahu Akbar!! Ummi memang sangat sangat teruja dengan anak comel ni..2 tahun ok!!! dan telah dimulakan proses tersebut seawal 1 tahun...serius...klu sebelum ni ummi jupe Kak Lina, Ummi Darwish Darwisya yang dh mula menghafaz juz amma ketika berusia 3tahun...Bila tengok youtube anak aisyah ni, lagi la ummi bersemangat dan berkobar-kobar nk tau ape tekniknya n cara dia...dan sememangnye memang ade tekniknya yang sangat mudah dan senang! Semudah itu! Semuanya ada disebut di ebook ini...Oleh itu, jika mommy juga bersemangat nk tahu bagaimana cara yang paling mudah tu, just beli ebook dengan hanya klik image ebook di atas atau banner di sebelah tepi.



Di kesempatan ini, Ummi ingin berkongsi sedikit apa yang terdapat di dalam buku supaya kita sama-sama boleh manfaatkan dan seterusnya memberi pahala berterusan kepada ummi anak comel ni, Aisyah Hashimee.. barakallahu fik!

Pernah tak kita dengarkan sesuatu pada anak dan dia boleh mengulanginya semula...even kenkadang kita tak ajar pun, tetapi pada satu-satu masa dia boleh mengulangi apa yang pernah didengarinya secara spontan! betul kan? contoh mudah yang ummi alami, adalah..mukhlis boleh mengikut apa yang dihadap dan didengarnya setiap hari sebelum azan maghrib di astro..alunan zikir tu..intentionally mmg nk mengalihkan perhatian dia pada tv dan ummi boleh buat keje apa yang patut...tp alhamdulillah dalam tak sedar, dia telah belajar sesuatu...so itu lah formula dan teorinya...sangat mudah dan senang tetapi sangat susah untuk dibuat..ermm...dari situ, ummi sangat menyimpulkan bahawa benarlah ayat Qur'an yang menyebut tentang 3 panca indera yang disebut serentak..hati, telinga, mata...dr sini timbulah teori VSK dan teori tentang bayi boleh mendengar dari perut ibu..ye..mmg itulah kebenarannya yang telah disebut 1400 kurun yang lalu!!!



Mari kita sama-sama melihat ayat-ayat Allah yang menyebut dengan terang mengenai perkara ini:
1. Surah al-Hajj: 46
"Maka tidak pernahkah mereka berjalan di bumi sehingga hati (akal) mereka dapat memahami atau telinga  mereka dapat mendengar. Sebenarnya bukanlah mata kepala yang buta tetapi yang buta itu adalah mata hati yang ada di dalam dada."

2. Surah al-'Araaf: 179
"Dan sungguh, akan Kami isi neraka jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami ayat Qur'an dan memilki mata tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat tanda kekuasaan Allah dan mereka memilki telinga tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengar ayat-ayat Allah. Mereka seperti binatang ternak bahkan lebih sesat lagi."

3. Surah al-'Araaf: 195
" Apakah mereka (berhala) mempunyai kaki untuk berjalan atau tangan untuk memegang dengan keras atau mempunyai mata untuk melihat atau mempunyai mata untuk mendengar?"

4. Surah az-Zumar: 18
"Yang berusaha mendengar perkataan-perkataan yang sampai kepadanya lalu mereka memilih dan menurut apa yang sebaik-baiknya (pada segi hukum agama) mereka itulah orang yang diberi hidayah petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang berakal sempurna."


Selain dari tue, adakah mommy tahu baby dan anak-anak kita memang suka pada nyanyian...ummi rasa bukan setakat baby bahkan remaja, ibu, orang tua pun suka menyanyi. Kita boleh tengok berapa ramai kanak-kanak yang baru 2-3 tahun dah pandai menyanyi lagu...tak kira la lagu ape pun..pernah dulu ummi tengok youtube seorang kanak-kanak perempuan yang sangat comel menyanyi lagu anuar zain siap dengan gaya lagi..cuba teka berapa umur dia...cakap pun tak betol lagi...hehe..cute kan??



Al-Qur'an pun diturunkan dengan nyanyian dan lengkok bahasa yang sangat unik...dan sememangnya anak memang suka kalau diterapkan dari kecil. Kita tengok pula kanank-kanak yang menyanyi ayat Qur'an. Video ini adalah anak aisyah yang berusia 2tahun tp dah boleh menghafaz surah ar-rahman!!




Oleh yang demikian, kita sendiri boleh berfikir dan membenarkan bahawa pancaindera telinga mempunyai kuasa yang sangat besar kepada anak-anak kita. Dari situ juga, kita dapat menilai kenapa Allah memberi 2 telinga satu mata dan satu mulut. Ayuh kita mengambil pengajaran ini untuk terus diamalkan untuk anak-anak kita. Beli vcd atau cd zikir atau surah pendek al-Qur'an yang boleh dijadikan bahan dan perdengarkan ayat-ayat tersebut setiap hari dan sekerap mungkin..dalam kereta on the way nak hantar ke nursery atau taska, bermain, melompat, ketika hendak tidur dan sebagainya. Banyak inisiatif yang kita boleh ambil dalam dunia zaman moden ni untuk mereka dimanfaatkan hanya dengan proses mendengar...maka tiada alasan untuk kita mulakan untuk memanfaatkan deria telinga ini dengan sebaiknya.

  
Sekali lagi terima kasih banyak-banyak kepada Ummi Aisyah kerana sudi berkongsi pengalaman dan ilmu disamping memberi motivasi dan semangat kepada ummi untuk terus berusaha dan memberi yang terbaik untuk anak-anak. Sebagai seorang ibu, semua yang nak dibuat mesti terbaik untuk anak-anak!!! Semoga Allah mempermudahkan urusan segalanya...ameeeen

Wednesday, November 2, 2011

Mendidik Little Mutarabbi

Posted by Siti Mazlita | 0 comments
Bila menyebut tentang tarbiyah, kita semenangnya tidak lari dari seorang murabbi dan mutarabbi..Dalam keluarga siapa murabbi dan siapa mutarabbi..siapa yang mendidik dan siapa yang dididik…mereka itulah ibubapa dan mereka itu jugalah anak. Ibubapa mendidik mereka menjadi anak, anak mendidik kita menjadi ibu dan bapa. Jika kita menyuruh mereka bersabar, hakikatnya kita perlu dahulu belajar erti sabar. Jika kita menyuruh mereka berdoa, hakikatnya kita dulu perlu mengangkat tangan untuk berdoa. Jika kita menyuruh mereka membaca al-Qur’an, hakikatnya kita dulu perlu menyelak al-Qur’an untuk membaca dan begitulah seterusnya. Apa sahaja perkara yang kita mahu anak lakukan, maka ibu bapa dulu yang patut melakukan. Inilah proses tarbiyah yang sentiasa berputar, belajar memberi dan menerima, give and take!


Tugas ibu bapa sebagai murabbi itu bukan hanya sekadar mendidik tingkah laku mereka, fizikal mereka, memberi ilmu kepada mereka, berkongsi pengalaman, berkongsi perasaan malah yang lebih menjadi priority adalah spiritual mereka, berkongsi ruh bersama mereka. Oleh itu, bagaimana seorang ibu bapa boleh berkongsi ruh dengan anak mereka jika ruh ibu dan bapa mereka sendiri tidak match dengan ruh ubudiyahnya kepada Allah…bagaimana mungkin hati anak boleh hidup jika ibubapanya lalai dengan dosa, bagaimana mungkin jiwa anak sejuk jika hati ibubapa sendiri jauh dengan al-Qur’an..tetapi sememangnya itulah scenario ibubapa kini..kenkadang jiwa mereka terlalu kosong dengan sifat kehambaan, terlalu asyik dengan nikmat kemewahan, mengejar kejayaan hingga anak-anak juga rapuh dengan keseronokan dunia.
 

Seorang murabbi yang kental jiwanya, yang kuat emosinya, yang teguh peribadinya akan lahir mutarabbi yang setanding murabbinya..tetapi ia bukan sesuatu yang mudah, malah ia satu ujian yang besar yang perlu dihadapi..perlu kepada kesabaran dan berhati-hati. Jika kita menyingkap kembali kisah yang berlaku ketika zaman Saidina Umar menjadi khalifah. Ia pantas menunjukkan kepada kita bahawa bagaimana peribadi seorang anak adalah cermin kepada peribadi ibu dan bapanya. Pada suatu hari, Saidina Umar telah meronda Madinah untuk melihat kehidupan rakyatnya. Ketika melalui sekumpulan kanak-kanak yang sedang bermain di jalanan, semua kanak-kanak bertempiaran melarikan diri kerana aura tegas pada Amirul Mukminin melainkan seorang budak kecil. Saidina Umar bertanya dalam keadaan berseloroh, "Hai budak, mengapa kamu tidak lari sebagaimana kawan-kawan kamu yang lain?". Maka budak itu menjawab, "Mengapa aku nak lari, aku tidak berbuat apa-apa kesalahan.". Tertarik dengan keberanian dan ketangkasan budak kecil itu, maka bertanya Saidina Umar dengan penuh teruja, "Siapakah ibu dan bapa kamu?". "Ibuku Asma' binti Abu Bakar dan bapaku Zuber Al Awwam" balas budak kecil itu. "Patutlah kamu seorang yang hebat kerana kamu mempunyai ayah dan ibu yang hebat" ujar Saidina Umar. Anak kecil itu ialah Abdullah bin Zubair yang akhirnya membina nama besar dalam sejarah Islam. Maka benarlah hakikat bahawa seorang ibu dan seorang bapa itu mampu membentuk jiwa dan membina peribadi diri seorang anak.

Untuk akhirnya, membentuk jiwa mutarabbi perlu kepada jiwa murabbi, maka akan lahir jiwa yang rabbani..Mungkin kenkadang jauh di sudut hati ibu untuk berfikir sejauh itu..dek kerana sibuk bekerja, mungkin juga kelesuan rutin harian yang tidak pernah ada noktahnya…tapi ingatlah!

Allah berfirman:

"Wahai org-org yg beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yg bahan bakarnya adalah manusia dan batu;penjaganya malaikat-malaikat yg kasar, dan keras, yg tidak durhaka kpd Allah terhadap apa yg Dia perintahkn kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yg diperintahkan" (At-Tahrin:6)

mmm..memang terlalu tinggi harapan ummi untuk diri sendiri tapi mungkin sebagai suntikan jiwa dan ketukan hati untuk kita kembali sedar dalam erti kesedaran yang sebenar..jalan ini bukan saja sangat jauh malah sangat sangat tinggi…wallahu’alam..

 

Note: Mukhlis, semoga rasa ummi ini dapat dirasakan dalam nafas tidur dan jagamu…

Wednesday, September 28, 2011

Faktor Keberkesanan Proses Pendidikan

Posted by Siti Mazlita | 0 comments
Sesuatu teori pendidikan tidak akan sampai kepada matlamat yang dihajati jika teori atau idea itu tidak dapat dilaksanakan dengan berkesan. Keberkesanan itu diukur dengan melihat sejauh mana natijah yang dihajati bertunas dan berkembang dalam diri individu yang dididik.

Pendidikan yang tidak berkesan bukan sahaja merugikan tenaga dan wang, tetapi yang dibimbangi ialah menghasilkan natijah yang bertentangan dengan yang dihajati. Oleh itu marilah kita bincangkan factor-faktor yang boleh membawa kepada keberkesanan sesuatu proses pendidikan.



Faktor Pertama: Suri Teladan
 
Faktor pertama yang boleh membawa kepada penghasilan natijah Islam dalam diri anak-anak yang kita didik ialah qudwah hasanah (suri teladan). Kepentingan qudwah hasanah telah dijelaskan di dalam al-Quran yang bermaksud:
“Sesungguhnya pada diri Rasulullah itu ada contoh teladan yang baik bagimu (iaitu) bagi orang yang mengharapkan (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari qiamat dan dia banyak menyebut nama Allah”.
Peranan pendidik yang boleh diteladani adalah sangat kritikal kerana ia bukan hanya berfungsi untuk mengatur suasana belajar atau menyampaikan isi kandungan sesuatu perkara yang ingin diajarnya, tetapi ia juga berperanan membentuk kefahaman, keyakinan, penghayatan, pekerti serta peribadi anak-anak yang dididik.
Malah perkataan ‘tarbiyah’ itu sendiri antara lain bermaksud: “…pendekatan yang terbaik sekali dalam bertafa’ul (berinteraksi) dengan fitrah insan dan melaksanakan proses pendidikan melalui tunjuk ajar lisan dan teladan”.

Pengajaran dan pendidikan menjadi tidak berkesan apabila tindakan atau perilaku murabbi (pendidik) atau guru bertentangan dengan isi kandungan pengajarannya sendiri. Sebenarnya pengajaran melalui tindakan adalah lebih berkesan daripada pengajaran secara lisan. Peribahasa Melayu sendiri ada menyebutkan, “Jika guru kencing berdiri, murid kencing berlari”. Begitulah pentingnya kedudukan pendidik dalam pembentukan diri anak-anak.

Dalam konteks keluarga pula ibu bapa adalah murabbi kepada anak-anak mereka setiap kali berlaku interaksi antara kedua-dua pihak. Dalam pendidikan di rumah kedudukan ibu bapa sebagai qudwah (contoh) menjadi lebih penting kerana anak-anak lebih terdedah kepada peribadi dan tingkah laku ibu bapanya.
Kita semua menyedari bahawa sungguh banyak pengajaran dan pengalaman yang diperolehi anak-anak melalui interaksi dengan ibu bapa mereka sejak hari pertama kelahiran lagi. Pengajaran dan pengalaman ini mungkin membina keperibadian mereka. Kanak-kanak kecil belajar melalui pengamatan dan meniru perlakuan dan tindak tanduk ibu bapanya. Melalui pengamatan, akan terbentuk sesuatu di dalam mental anak-anak dan akan menjadi satu pelajaran kepada mereka. Oleh itu, sesuatu tingkah laku ibu bapa yang dilakukan secara berterusan ataupun sekurangnya berkali-kali, akan membentuk proses pengukuhan dalam diri anak-anak. Akhirnya tindakan tersebut akan menjadi sebati dengan peribadi anak-anak.

Saya berpendapat pada tahap paling awal, anak-anak akan terdidik melalui pengamatan dan pemerhatiannya. Misalnya, apabila anak-anak (mungkin berumur dua tahun) mendapati setiap kali azan dilaungkan di surau yang berdekatan, bapanya bergegas menuju ke surau atau ahli keluarganya bersiap-siap untuk mendirikan solat bersama-sama, lama-kelamaan anak kecil itu akan memahami keperluan untuk memberikan tindak balas yang sewajarnya kepada laungan azan. Perkara itu berlaku walaupun anak tersebut tidak memahami apa itu azan dan apakah tindakan yang perlu dibuat sebagai respons setiap kali azan dilaungkan. Begitu juga jika anak kecil itu melihat bapanya membaca al-Quran setiap kali selepas solat Maghrib. Setelah memerhatikan beberapa kali, anak itu sudah boleh menjangkakan keperluan bapanya dengan cara si anak itu sendiri mengambil mushaf yang sering digunakan dan memberikan kepada bapanya. Inilah yang dikatakan pendidikan atau pengarahan secara teladan.

Saya pernah membaca dalam tulisan asy-Syahid Sayid Qutb yang menceritakan tangisan bapanya setiap kali mendirikan solat serta ketekunan dan kesungguhan ibunya membaca al-Quran, meninggalkan kesan yang mendalam di dalam jiwanya sehingga beliau sendiri menghayati rasa nikmat beribadah kepada Allah SWT.
Pakar pendidikan di barat membuat kesimpulan bahawa anak-anak kecil (sejak umur beberapa bulan lagi) menerima rangsangan melalui indera mereka. Rangsangan itu meninggalkan kesan ke atas pembangunan diri mereka seperti pembinaan minda, perbendaharaan kata, gerak geri dan tingkah laku. Oleh itu, ibu bapa bukan sahaja perlu menghiasi rumah dengan bahan-bahan yang boleh merangsang peribadi anak-anak (termasuk pemilihan barang-barang permainan yang sesuai), tetapi juga menghiasi tindakan dan perilaku mereka sendiri. Keadaan itu sebenarnya tidak terhad sewaktu berinteraksi dengan anak tetapi juga sewaktu interaksi antara ibu dan bapa sendiri, terutamanya sewaktu di depan anak-anak. Sebagai contoh, sebahagian ibu bapa sering membimbing anak-anak dengan teriakan negatif seperti “Jangan usik ini”, “Jangan buat itu” atau “Jangan pegang”. Tindakan itu mungkin menyebabkan anak-anak menafsirkan bahawa membuat ujikaji atau melakukan suatu yang kreatif adalah satu kesalahan.




Faktor Kedua: Persekitaran
Faktor kedua ialah persekitaran yang membina dan memberangsangkan sesuai dengan pendidikan yang dilaksanakan. Hiasan dalam rumah sewajarnya merangsang dan memperkukuhkan nilai-nilai yang hendak dipupuk di dalam diri anak-anak. Suasana dalam rumah bukan sahaja perlu bersih daripada perhiasan yang terlalu mewah dan diharamkan oleh syara’, tetapi juga mestilah boleh menjuruskan anak-anak kepada hakikat ‘ubudiyah’ kepada Allah SWT dan mencintai Rasulullah SAW. Oleh itu, hiasan di dalam rumah perlu dirancang untuk menjuruskan anak-anak kepada hakikat tauhid kepada Allah. Dinding rumah dan bilik bolehlah dihiasi dengan gambar pemandangan yang menunjukkan ciptaan Allah SWT seperti pemandangan gunung, matahari dan bulan serta dihiasi pula dengan ayat (berserta maknanya) yang sesuai dengan gambar tersebut.

Sekiranya anak-anak itu sudah boleh melukis, galakkan mereka melukis gambar-gambar seperti itu dan tampalkan di dinding bilik mereka. Ini bukan sahaja boleh memenuhi matlamat untuk menghiasi rumah tetapi juga memupuk bakat dan membina keyakinan diri anak-anak.

Faktor Ketiga: Kemahiran Ibubapa
Faktor ketiga ialah kefahaman serta kemahiran ibu bapa mendidik dengan mengambil kira tahap perkembangan umur dan kemampuan anak-anak. Kefahaman yang terpenting sekali ialah kefahaman terhadap pendidikan yang dituntut oleh Islam. Kefahaman yang tepat dan mendalam membolehkan anak-anak dibimbing peringkat demi peringkat sehingga tasawwur (prinsip) Islam terbina di dalam diri mereka.
Kefahaman dalam aspek perkembangan anak-anak adalah perlu bukan sahaja sewaktu mereka sudah menjangkau usia dua atau tiga tahun, sebaliknya sejak peringkat kelahirannya sehingga ia mula menunjukkan tindak balas terhadap persekitarannya dan seterusnya sewaktu dia sudah berumur hinggalah ke peringkat yang lebih matang.

Selain itu, ibu bapa perlu faham dan mahir untuk meluruskan tabiat atau kelakuan anak-anak apabila berlaku kegelinciran atau penyelewengan daripada sikap, akhlak dan adab keislaman. Dalam hal ini, Islam mempunyai pendekatan yang tersendiri bagi melakukan pembaikan atau rawatan kepada masalah-masalah yang berkaitan dengan tingkah laku anak-anak.

Penutup:
Pendidikan anak-anak merupakan satu tanggungjawab yang perlu beri perhatian serius serta menuntut kesungguhan dan pengorbanan yang tinggi daripada ibu bapa. Masa depan generasi akan datang banyak bergantung kepada cara mereka dibimbing dan dibentuk. Oleh itu, ibu bapa perlu merasakan tanggungjawab ini dan perlu pula melengkapkan diri mereka dengan ilmu dan kemahiran keibubapaan secara Islam.
Jika kita pergi ke kedai-kedai buku, ada banyak buku yang berkaitan dengan keibubapaan yang ditulis oleh tokoh Barat. Saya yakin ramai golongan terpelajar yang mengenali Dr Benjamin Spock, Dr Merriam Stoppard, Anna Montesorri dan Glen Dorman. Nama-nama ini adalah sebahagian sahaja daripada nama-nama yang terkenal di dalam pendidikan keibubapaan dan anak-anak. Selain buku-buku tulisan mereka, juga terdapat majalah-majalah cetakan Barat khusus mengenai keibubapaan.
Walaupun terdapat manfaat daripada sumber-sumber itu, kita perlu sedar bahawa mereka mempunyai falsafah dan matlamat tersendiri dalam mendidik anak-anak. Sebagai Muslim kita mempunyai falsafah dan matlamat yang berlainan sama sekali daripada mereka. Oleh itu kita perlu merujuk kepada tulisan-tulisan yang dihasilkan oleh ulama muktabar, cendekiawan dan tokoh-tokoh pendidikan Islam. Antaranya ialah Dr Abdullah Nasih Ulwan, Muhammad Qutb, Dr Adil Ghanam dan Dr Abdul Rahman an-Nahlawi. Tidak ketinggalan juga ulama-ulama silam seperti Hujjatul Islam Imam al-Ghazali dan Ibnu Khaldun.
Seperkara yang tidak kurang pentingnya ialah ramai ibu bapa yang merasakan tanggungjawab mereka telah terlaksana dengan menghantar anak-anak mereka ke taman-taman asuhan atau tadika Islam sehingga mereka hamper-hampir tidak lagi berperanan dalam proses pembentukan anak-anak. Langkah menswastakan pendidikan anak-anak ini mungkin diambil di atas keperluan tertentu tetapi kita perlu sedar bahawa pembentukan anak-anak masih lagi dipertanggungjawabkan oleh Allah SWT ke atas diri kita dan kita perlu melakukan dengan segala daya dan upaya demi membentuk mereka menjadi pewaris dan pendokong risalah Islam pada masa depan.


Dipetik daripada Salah Seorang Blog Sahabat

Sunday, August 14, 2011

The Perfect Age to Begin (II)

Posted by Siti Mazlita | 0 comments
Starting With A Little Baby (Seven to Twelve Months)

If you are beginning with a seven-to-twelve months-old the most important things to keep in mind are:

1. Keep every session very brief.
2. Have sessions often.

As we have said, a four-month-old will sometimes want to see all his sets of words one after the other at one session. However such a procedure would be a disaster for a seven-to-eighteen months-old. Use only one groups of five words at a session and then put them away.



The reason for this is simple. Each day your baby's mobility will be expanding. At three months he is relatively sedentary. He is a watcher. He will watch his words for a long periods. We adults love this, so we get into the habit of showing him all his words as one sitting. We get used to this routine, it is easy for us. But each day, baby is changing. He is getting more and more mobile. As soon as he is creeping on hands and knees a whole world of new possibilities opens up for him. He now has a driver's license and he is just dying to explore. All of sudden this sedentary little fellow, who saw fifty words quite happily, is no longer sedentary. He has no time at all for his reading. We become discouraged. Where have we gone wrong? He must not like reading anymore. Baffled, we give up.

The baby must be baffled too. He was having such a good time reading and then the words disappeared. It wasn't that he stopped liking reading, it was that his schedule became busier. He now had an entire household to explore. He has all those kitchen cabinets to open and close, all those plugs to investigate, every piece of fuzz on the carpet has to be picked up and eaten before the sun sets. You have to admit that there is an awful lot on a seven-month-old's plate when it comes to search and destroy. He still want to explore reading too but he cannot afford fifty words at one time. Five words at one time is far, far better.

If we provide him with brief session, he will continue to gobble up new words at a mile a minute. It is only when we make him late to his next pressing appointment by taking more than a few seconds that he is forced to abandon ship and leave us sitting alone in the middle of the living room floor.



We adults love to find a nice comfortable schedule and then stick to it no matter what. Children are dynamic- they never stop changing. Just as we have established a routine, the tiny child moves on a new level abd we find we must move with him or be left  behind.

Because this is so, always keep sessions in brief, then as his mobility expands you will be in the habit of brief session, which are a natural part of his busy schedule and fit in with his agenda.

Saturday, August 13, 2011

Philosophy of Early Childhood Education

Posted by Siti Mazlita | 0 comments

Every child has genius potential.
Every child born has, at the moment of birth, a greater potential intelligence than Leonardo da Vinci ever used. – Glenn Doman

Stimulation is the key to unlocking a child’s potential.
The world has looked at brain growth and development as if they were predestined and unchangeable facts. We have discovered that brain growth and development are a single dynamic process. This is a process which can be stopped (as it is by profound brain injury). This is a process which can be slowed (as it is by moderate brain injury), but most significantly, this is a process which can be speeded.
– Glenn Doman

Teaching should commence at birth.
The first year of life is a critical time. This is the time when the brain is growing explosively. The brain literally grows by use – and if we use it, we’re going to grow it. And if you don’t use it, especially in the first 12 months, then you literally will lose brain cells – you won’t have as much brain power as you would’ve had.
– Janet Doman

The younger the child, the easier the learning process.
Before the age of five a child can easily absorb tremendous amounts of information. If the child is younger than four it will be easier and more effective, before three even easier and much more effective, and before two the easiest and most effective of all. – Glenn Doman

Children naturally love to learn.
Kids would rather learn than eat; kids would rather learn than play. In fact, kids think learning is play.
– Glenn Doman

 

Parents are their child’s best teacher.
In your worst minute of your worst day with your child, you will be your child’s best teacher – better than anyone in the whole world. On an average day or the best moment of your best day, you are absolutely spectacular – because you know your child better than anyone else. And you happen to adore your child
– that’s the perfect combination for a teacher. – Janet Doman


Teaching and learning should be joyous.
Parents deserve to experience the joy that comes from teaching their baby, and babies have a right to appreciate the joy of learning with their parents. – Glenn Doman

Teaching and learning should never involve testing.
One of the beauties of teaching a tiny child is that the process of teaching is a pure process of giving information without asking for it back again. – Janet Doman

Thursday, August 11, 2011

Early Quranic Education

Posted by Siti Mazlita | 0 comments
Kebiasaan bagi manusia zaman ini, ibu bapa sibuk mencari tips kejayaan dan kecemerlangan dari sumber kajian dari negara barat, mahupun negara maju yang lain. Ia memang baik bagi mengutip mutiara ilmu di mana-mana, kerana ia sebenarnya berasal dari umat Islam sendiri, namun mengapa pada hari ini kita lebih menaikkan dan mengutamakan sumber barat berbanding sumber yang wajib kita pegangi, Al-Qur'an. Kerana al-Qur'an adalah ibu / induk kepada ilmu. Jom kita belek apa ilmu dan tips belajar dan berjaya yang disebut dalam al-Qur'an.

Dalam pada itu, kita perlu yakin dan sedar bahawa kecemerlangan dan kejayaan adalah tuntutan bagi seorang yang ingin beriman. Orang-orang yang beriman sepatutnya menjadi yang paling tinggi dalam pelbagai aspek, samada pendidikan, kerjaya, rumah tangga, sosial, ekonomi dan sebagainya, kerana inilah batu-bata yang bakal menguatkan binaan umat Islam.

"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, sedangkan kamulah orang-orang yang paling tinggi (darjatnya), jika kamu orang-orang yang beriman."                 [QS al-Imran, 3:139]
Janganlah kita jatuh motivasi atau bersikap lemah, apatah lagi bersedih hati sehingga merapuhkan kejayaan, kerana jika kita mengaku orang-orang beriman, sepatutnya kita yang paling tinggi darjatnya tidak kira dalam apa jua aspek dan keadaan. Maka ayuh kita buktikan kepada dunia, orang-orang beriman paling tinggi kedudukannya. Kerana memang berjaya orang-orang yang beriman.

"Sesungguhnya berjaya-lah orang-orang yang beriman,"[QS al-Mukminum, 23:1]



Tips Belajar @ Al-Quran


Sebenarnya terlalu banyak tips dalam al-Quran yang mampu kita manfaatkan dalam kehidupan, kita perlu menjadi orang-orang yang berakal, berfikir, menghayati dan mengkaji ayat-ayat Allah yang mengandungi pelbagai hikmah kepada semua status manusia. Antara tips adalah:



  1. Asking!
  2. Revision!
  3. Proactive!
  4. Effort & Determination!
  5. Time Discipline!
  6. Focus!
  7. Team Work!
  8. Visual, Auditory & Kinesthetic!
  9. Never Give-Up!
  10. Self Motivation!

1. Asking:


"Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan, jika kamu tidak mengetahui,"[QS an-Nahl, 16:43]


Allah nyatakan kepada kita, jika kita tidak tahu, maka bertanyalah. Namun, ada sisi lain yang ditekankan dalam bertanya, kita perlu bertanya kepada orang yang mempunyai pengetahuan terhadap sesuatu perkara itu. Jangan bertanya subjek Biologi kepada guru kaunselor, atau bertanya soalan kimia kepada guru bahasa, apatah lagi bertanya dengan kawan yang tidak tahu, nanti yang keluar dari mulutnya "kamu tak tahu?aku lagi tak tahu..huhu"..syarat nak bertanya, bertanya dengan orang yang tahu. Sedih kita lihat ketika guru/pensyarah bertanya kepada kita "ada apa-apa soalan? semuanya faham?"..hampir semua diam membisu, kerana kebiasaan ada 3 jenis manusia jika dia tiada soalan.
  1. dia memang faham, maka tiada apa yang ingin ditanya
  2. dia memang tak faham, maka tidak tahu apa yang ingin ditanya
  3. dia buat-buat faham, dia tidak faham, tapi buat-buat faham kerana.....(masing2 tahu ya)

2. Revision!


"Dan sesungguhnya dalam Al Quran ini Kami telah ulang-ulangi (peringatan-peringatan), agar mereka selalu ingat."[QS al-Isra', 17:41]


Diulang-ulang agar kita ingat. Inilah ulang kaji yang perlu kita praktikan. Kita pasti sedia maklum bahawa 'Practise Makes Perfect", begitu juga yang diajarkan Allah kepada kita, teruslah mengulang sehingga ia akan jadi kebiasaan. Psychological term kita gelar sebagai 'Repetition Power', suatu perkara yang jika terus diulang, akan membuatkan ia menjadi kebiasaan yang dengan lancar dan mudah untuk kita lakukan pada masa hadapan.

3. Proactive!


"..lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar."[QS al-Fathiir, 35:32]


Ayat ini menerangkan 3 jenis golongan manusia. Ada yang menzalimi diri sendiri, sudah tahu exam dah dekat, tapi masih tidak mahu belajar. Ada pula pertengahan atau sedang-sedang, golongan ini biasa-biasa ja, dia belajar bila ada test atau exam, esok ada quiz baru belajar, minggu depan ingin exam, baru mula belajar. Ada pula proaktif/lebih dahulu/keterdepan, golongan ini membuat persedian jauh lebih awal berbanding golongan lain, persediaan dia juga lebih mencukupi bahkan terlebih-lebih berbanding yang lain, orang lain baru chapter 1, dia dah belajar sampai chapter 12..hehe..maksudnya dia memang proaktif kehadapan. Saya yakin kita semua ketika exam tinggal seminggu, sudah tentu belajar dengan bersungguh-sungguh, cuba bayangkan jika mode belajar sunguh-sungguh bagai minggu depan nak exam tu kita bawa pada awal sem lagi, bagaimana hasilnya?


4. Effort & Determination!


"dan bahawasanya, seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya,"[QS an-Najm, 53:39]


"Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya."[QS ath-Thur, 52:21]


Man Jadda, wa jadda. Inilah kata yang sering kita dengarkan, memang benar siapa yang usaha, dia akan dapat hasilnya. Begitu juga konsep kita belajar, cuba ingat kembali keputusan exam kita yang lepas, kemudian bandingkan dengan usaha kita, nescaya kita akan lihat perkara yang perlu dipertingkatkan. Kejayaan yang kita impikan dan angan-angankan, perlu dibuktikan dengan usaha dan kesungguhan. Inilah yang diajarkan Allah kepada kita, berusaha dengan bersungguh-sungguh.

"Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan bersungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik."[QS al-Isra', 17:19]


5. Time Discipline!


"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok, "[QS al-Hasyr, 59:18]

Jika kita gagal merancang, kita meracang untuk gagal. Perhatikan hari esok, bersedia dan rancang apa yang akan kita lakukan hari esok, apa susunan masa untuk kita belajar, subjek apa, topik apa ingin dihabiskan, dan sebagainya. Lebih indah jika kita mampu membuat jadual waktu belajar kita, agar lebih tersusun dan teratur urusan kita. Namun masalah bagi kebanyakan pengguna jadual waktu ini, adalah masalah disiplin terhadap jadual yang diri sendiri tetapkan..ish3..Allah mengingatkan kita agar ikuti waktu yang telah ditetapkan

"Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman"[QS an-Nisa', 4:103]


Orang-orang beriman sepatutnya seorang yang disiplin akan waktunya, latihan yang diberikan Allah agar solat tepat pada waktunya perlu kita praktikkan dalam perkara lainnya. Mana mungkin kita ingin solat subuh pada waktu isyak, atau solat maghrib pada waktu zohor, kita akan disiplin mengikut masa yang telah ditetapkan.


6. Focus!


"(yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya,"[QS al-Mukminum, 23:2]


Fokus dalam beribadat memang dituntut kepada kita. Jangan ketika solat kita tidak fokus untuk beribadat kepada Allah, sehingga ingat benda-benda lainnya. Kita harus fokus dalam apa jua perkara yang kita lakukan. Cuba tanyakan pada diri kita, pernah atau tidak kita terlupa di mana barang yang kita letakkan? Pasti ramai antara kita sering bahkan selalu mengalaminya, kerana kita tidak fokus ketika kita meletakkan barang tersebut. Begitu juga ketika belajar, kita perlu fokus ketika membaca atau membuat latihan, terkadang kita belajar tapi fikiran dan minda kita tidak fokus terhadapnya, maka percentage ilmu yang kita pelajari berkurang berbanding jika kita fokus melakukannya. Selain itu, perkara-perkara yang mengganggu atau yang tiada manfaat perlulah kita tinggalkan sahaja.

"dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna,"[QS al-Mukminun, 23:3]


Perkara-perkara yang tidak mendatangkan manfaat tidak perlu kita lakukan, perkara-perkara yang mendatangkan mudarat perlu kita tinggalkan.


7. Team Work!


"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya."[QS al-Maidah, 5:2]


Dalam menngusahakan perkara kebaikan seperti pelajaran, kita dianjurkan untuk saling tolong menolong ke arahnya. Masalah sekarang kita dapat lihat betapa ramai manusia yang mementingkan dirinya sendiri berbanding menolong orang lain? Ingin berjaya dan kaya sendiri-sendiri, melupakan kegagalan dan kesusahan orang lain, tiada langsung semangat ukhuwah yang perlu djalinkan sesama kita dalam perkara yang mampu kita usahakan bersama. Adakah kita ingin menjadi seperti ini? Namun, di sisi yang lebih utama, kita sendiri yang kena mulakan percikkan kerjasama kepada orang lain, bukan hanya mengharap orang lain yang menolong. Kerjasama dalam belajar amat membantu sesama kita, seperti kosep 'Study Group' yang pasti mampu meringankan beban sesama kita. Bahagikan beberapa topik kepada ahli kumpulan untuk masing-masing belajar dan memahami lebih mendalam, kemudian baru masing-masing present topik masing-masing. Lakukan juga diskusi-diskusi bagi menyelesaikan masalah atau ketidakfahaman terhadap beberapa topik.

"dan bermesyuaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya."[QS al-Imran, 3:159]


8. Visual, Auditory & Kinesthetic!


"karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya."[QS al-Imran, 3:79]


Proses belajar yang diajarkan dalam ayat diatas adalah kita bukan hanya sekadar belajar sendiri, namun cuba mengajari juga apa yang telah kita pelajari. Ini akan membuatkan kita lebih faham dan lebih ingat bahkan memberikan kebaikan bukan pada diri sendiri, tapi juga kepada orang lain. Kita mengetahui 3 jenis manusia dalam aspek daya ingatan, ada yang mampu dan lebih ingat apa yang dilihat (Visual), ada yang apa yang didengar (Auditory) dan ada yang melalui pergerakan (kinesthetic). Kita jika ingin tahu kita jenis yang mana, memang ada questionnaire yang dibuat, tapi ada kaedah yang lain, cuba kita ketika exam berlangsung, kita ingin mengingat sesuatu formula atau fakta, adakah kita lebih ingat buku/nota yang kita lihat dan baca (visual)? atau lebih mampu ingat suara guru/pensyarah yang mengajar(auditory)?atau lebih ingat apa yang kita contengkan/tuliskan dalam nota atau latihan kita(kinesthetic)?


Namun, ia semestinya sudah terlambat jika masa exam baru mau tahu kita jenis yang mana..makanya, kita harus menggunakan kesemua daya ingatan ketika belajar. Membaca sambil mengeluarkan suara lalu mencatat juga dengan tangan, dan semua ini boleh dilakukan dengan method yang diajarkan ayat di atas, belajar dan mengajarkan, satu penggabungan kaedah belajar yang pasti memberikan impak yang positif. 




9. Never Give Up!


"Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir."[QS Yusuf, 12:87]


Hanya kaum kafir yang ada perkataan putus asa dalam kamus hidupnya. Maka jangan pernah memberikan kesempatan perkataan putus asa tertulis dalam kamus kita. Kita pasti pernah melalui keadaan dimana setelah berusaha sekali, dua kali, tiga kali, kemudian sudah tidak sanggup teruskan kerana gagal berterusan. Bagi kita, jika kita gagal 100 kali, maka teruskanlah mencuba, kerana mungkin kejayaan adalah yang kali ke 101 itu. Sepertiman Thomas Edison yang terkenal dengan menghasilkan lampu mentol yang menyala, beliau melalui 10,000 reka bentuk sebelum berjaya menghasilkan mentol elektrik yang menyala.


Begitu juga Colonel Sanders (Pengasas KFC) yang pasti kita semua sedia kenali dengan kejayaan resepi ayamnya yang pada hari ini KFC hampir berada di seluruh dunia. Beliau pada awal mula bisnesnya hanya ingin menawarkan resepi ayam gorengnya kepada beberapa restoran, tapi cuba kita bayangkan, sebanyak 1007 restoran yang menolak tawaran beliau. Mungkin jika kita, restoran yang ke 5 pun sudah tidak lalu untuk teruskan, tapi bagi Colonel Sanders kita bayangkan kali 1008 barulah ada restoran yang menerima resepinya, baru menerima, belum lagi berkembang..namun akhirnya, kita lihat apa hasil kejayaannya pada hari ini. Bukan untuk promosi KFC. tapi untuk ambil nilai murni untuk kita amati. Ayuh umat Islam semua, kita kena buktikan dengan semangat yang tinggi, jangan lagi terlalu mudah untuk berputus asa, teruskanlah usaha dengan gigih, bagi mencapai kejayaan yang tidak akan datang dengan sendiri.


10. Self Motivation!


"Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri."[QS ar-Ra'd, 13:11]


Tiada gunanya kursus yang kita hadiri, motivasi-motivasi yang kita dapati atau tips-tips yang diberi, jika perubahan bukan atas kehendak diri sendiri. Kita yang harus sedar dan mendorong diri sendiri untuk mencapai kejayaan yang kita impikan. Kita yang harus dengan semangat dan kesungguhan memotivasi diri untuk merealisasikan kegemilangan yang kita angankan. Kerana orang lain hanya mampu menasihati apa yang tersurat pada diri kita, tapi diri kita sendiri yang mampu menasihati apa yang tersirat dalam diri kita. 

Jangan Lupa Penentu Segala


InsyaAllah, sedikit perkongsia bagi kita menambah lagi usaha dalam mencapai kejayaan, namun sama-sama kita yakini, kira merancang, Allah juga merancang, dan sebaik-baik Perancang adalah Allah SWT. Jagalah Allah, nescaya dia akan menjaga kita kelak. Jaga hubungan dan hak kita kepada Allah, ini adalah sisi yang paling utama perlu kita amalkan. Memang usaha tangga kejayaan, tapi mari kita hiasi lagi tangga itu dengan carpet doa dan tawakkal, serta meletakkan atap redha dari-Nya. Inilah perbezaan yang perlu kita ketengahkan, jangan membuatkan kita sama sahaja dengan mereka yang tidak mengharapkan pertolongan dari Allah, sombong dalam memohon pertolongan dari Allah.

Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina." [QS al-Mu'min, 40:60]


Selain itu, teruslah memohon keampunan kepada Allah, jangan biarkan kegelapan dosa maksiat menjadi penghalang kepada cahaya ilmu memasuki akal dan hati kita. Jika terkadang kita merasa lemah, mohonlah keampunan kepada Allah, nescaya Allah akan memberikan kekuatan kepada kita.

Dan (dia berkata): "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa." [QS Hud, 11:52]


Semoga kita melahirkan generasi umat Islam yang mencapai dan mengembalikan kegemilangan umat. Kita harus bangkit menguasai semua gedung ilmu dan kemahiran, cukuplah umat Islam selalu jatuh jauh kebelakang. Perubahan tersebut akan berlaku, jika kita mulakan perubahan pada diri kita dahulu. Semoga Allah memberikan kejayaan kepada kita semua dalam apa jua yang kita usahakan untuk kita memanfaatkan kejayaan bagi membantu lagi agama Allah.



Abu Umamah r.a. berkata : "Rasulullah S.A.W telah menganjurkan supaya kami semua mempelajari Al-Qur'an, setelah itu Rasulullah S.A.W memberitahu tentang kelebihan Al-Qur'an." Telah bersabda Rasulullah S.A.W : Belajarlah kamu akan Al-Qur'an, di akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya. " Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, " Kenalkah kamu kepadaku?" Maka orang yang pernah membaca akan menjawab : "Siapakah kamu?" Maka berkata Al-Qur'an : "Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari." Kemudian berkata orang yang pernah membaca Al-Qur'an itu : "Adakah kamu Al-Qur'an?" Lalu Al-Qur'an mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca mengadap Allah S.W.T. Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan mahkota di atas kepalanya.

Pada kedua ayanh dan ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya : "Dari manakah kami memperolehi ini semua, pada hal amal kami tidak sampai ini?" Lalu dijawab : "Kamu diberi ini semua kerana anak kamu telah mempelajari Al-Qur'an."



p.s. Petikan artikel ini diambil daripada salah seorang blogger Ummi
p.p.s Insyaallah, jika ada kelapangan Ummi akan detailkan lagi tentang "Visual, Auditory & Kinesthetic" bagi seorang baby dalam sistem Little Reader berdasarkan dalil Quran ini.

Ramadhan Bulan Al-Qur'an Bulan Membaca Al-Qur'an

Posted by Siti Mazlita | 0 comments

Alhamdulillah, kini kita selamat berada di bulan Ramadhan al-Mubarak...dalam kesibukan kita mengajar anak-anak membaca, dalam waktu yang sama kita juga perlu menyibukkan diri kita sendiri untuk membaca..Tetapi apa yang istimewa bulan membaca bulan ini adalah bulan membaca al-Qur'an. Dalam bulan ini juga, penerapan yang paling ideal untuk kita sebagai ibubapa menunjukkan role model dan membudayakan trend membaca Al-Qur'an di rumah...


Ramadan adalah bulan al-Quran, bulan yang padanya permulaan diturunkan al-Quran. Dalam bulan ini, diketuk hati kita untuk memberi komitmen yang lebih kepadanya. Maka kita disyariatkan untuk memperbanyakkan amalan membaca al-Quran. Allah berfirman:”Bulan Ramadan, bulan yang padanya diturunkan al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeza antara yang haq dan yang batil” (Surah al-Baqarah:185)

Al-Qur'an ialah kitab Allah yang penuh dengan keajaiban. Membaca Al-Qur'an walaupun tanpa memahami maknanya merupakan ibadah yang menjanjikan ganjaran besar daripada Allah s.w.t. Nabi s.a.w. bersabda yang bermaksud: "Sesiapa yang membaca satu huruf daripada kitab Allah, maka baginya satu kebaikan. Dan setiap satu kebaikan akan dibalas dengan 10 kali ganda." (Riwayat at-Tirmizi)

Menariknya, ganjaran ini bukan hanya untuk orang yang mahir membaca al-Qur'an.Malah orang yang tidak lancar membaca pun akan turut memdapat pahala. Nabi s.a.w. bersabda yang bermaksud: "Orang yang mahir membaca al-Qur'an, ia akan bersama para malaikat yang mulia lagi berbakti. Dan orang yang membacanya tersekat-sekat kerana ada kesukaran dalam membacanya, maka ia akan mendapat dua pahala."


Banyak hadis dan athar yang menyebut keutamaan membaca tetapi sayangnya kita terlalu sibuk dengan perkara lain sehingga tidak sempat melakukannya. Saidina Uthman bin Affan berkata: "Kalau hati kita bersih, kita tak akan pernah kenyang daripada al-Qur'an. Aku tidak menyukai satu hari yang aku tidak membaca mashaf al-Qur'an padanya." Imam al-Baihaqi berkata selepas meriwayatkan ucapan ini: "Apabila Uthman wafat, mashafnya telah rosak kerana terlalu kerap dibaca.". Sungguh berbeza dengan mashaf di rumah kita. Setelah bertahun-tahun pun, masih nampak baru..mungkin sebab jarang guna atau sayang nak guna.

Nasihat Ustaz Nazri, juri AQ..ibubapa yang tak pandai baca al-Quran jangan malu untuk belajar al-Qur'an terutama di hadapan anak-anak.Sepatutnya kita perlu malu apabila tidak pandai membaca al-Qur'an dan tidak mahu pula untuk cuba mempelajarinya. Jika ada ibubapa yang tidak pandai membaca al-Qur'an, mereka mungkin ingin melihat anak-anak lebih baik daripada mereka. Jika boleh, mereka mahu anak-anak sendiri yang membaca surah Yasin untuk mereka apabila mereka meninggal dunia kelak. Apa yang berlaku sekarang, anak-anak tidak mampu menghadiahkan bacaan Yasin kepada ibubapa mereka. 

Oleh itu, mari kita sama-sama manfaatkan bulan Ramadhan kali ini dengan memperbanyakkan bacaan Al-Qur'an untuk diri sendiri, isteri suami dan anak-anak di samping doa yang tidak pernah putus..



p.s. kalau ade sesiapa mommy yang berminat nk belajar al-Quran dengan Ummi, boleh je..insyaallah..;)

Tuesday, July 19, 2011

Little Reader Win Awards!!!

Posted by Siti Mazlita | 0 comments
AWARDS and RECOGNITION...

Little Reader is the most effective learning system for teaching your child to read, and thousands of parents from all over the world agree that it really makes learning ENGAGING for the child and EASY for the parents. Little Reader is also recognized by many organizations that have granted Little Reader Deluxe their seal of approval!


2011 Media of the Year
Creative Child Magazine's Creative Toy Awards

Creative Child Magazine is a national bi-monthly publication that provides parents with the latest information on how to nurture their child's creativity. Creative Child Magazine's Awards Program is unique in that all products submitted are reviewed by parents, educators and professionals alike. Products are not reviewed by just one person. They are reviewed by many people – the very people who purchase them.


 

 PTPA Seal of Approval
Parent Tested Parent Approved (PTPA) Media Awards

PTPA Media has North America's largest volunteer parent testing community, with over 40,000 parents and was rated the Most Trusted Seal by 22,000 parents. Consumers looking for high-quality products and services can rest assured when they see the PTPA Seal of Approval; it's evidence of a products' excellence from having been evaluated by unbiased parent testers.

A PTPA Tester said:
My wife and I picked up the deluxe reader and immediately checked it out in the car. We couldn't wait to get home and show our son. The second he saw the books and the illustrations we had him hooked. The font was clear and the pictures were easy to recognize. Our son was interested in seeing what was behind the "cover-over" page. He also loved the flip board. He enjoyed interacting with it and tried to sound the words as we played with him


 

Summer 2011 Tillywig Brain Child Award
Tillywig Toy Awards

Each year, the Tillywig Toy Awards Program delivers to consumers, retailers, and the media a list of the best new toys, games, and other products available in the United States. Product awards are given on the basis of group play tests, the primary purpose of which is evaluating the entertainment and/or educational value of the products submitted.

The Tillywig Brain Child Award is given to exciting products that energize the mind while seamlessly blending fun and learning.
 
Mom's Best Award

Mom's Best Award Fantastic Products 2011
Mom's Best Award

Mom's Best Award was created to give moms and expecting moms an opportunity to share insights about prenatal, infants, toddlers, children, tween, preteen and teen products with other parents. When a product earns the Mom's Best Award designation, real moms have evaluated it and it has passed the strict Mom's Best Award evaluation process as conducted by real moms.

Parents can then purchase the product with confidence knowing that it will perform to a high level of satisfaction. After all, if you can't trust mom, who can you trust?

An MBA Mom Reviewer said:
I'm definitely impressed with all of the items that come in the Little Reader kit, and all of the resources that come online. My one and a half year old son was interested in learning the lessons because they were personalized รข€“ he loved seeing mom, dad, sister and himself!

Sunday, June 19, 2011

The Perfect Age to Begin (I)

Posted by Siti Mazlita | 0 comments
Starting With An Infant ( 3 months to 6months)

If you are beginning your reading program with a 3-6 months old, he will be majoring in the first step of the Reading Pathway. This step will be the heart of your program. The most important things to remember are:

1. Show words very quickly.
2. Add new words often.

The wonderful thing about a tiny infant is that he is a pure intellectual. He learns anything with a total impartiality and without any bias what-soever. He learns fir learning's sake, without any strings attached. Of course, his survival depends on this characteristics but it is an admirable characteristics and is no less admirable for being tied to his survival.

Between 3-6 months of age a tiny baby is able to take in language at an astounding rate. He is also seeing detail consistently. In short, he is able to absorb spoken language without the slightest difficulty, as long as we make that information loud and clear. He is able to absorb written language as long as it large and clear. It is our objective to keep reading words large and bold so that the baby can always see them easily.

At this stage a baby is using sounds to talk to us. However, it will be months before we are able to decode all these sounds as the words, sentences and paragraphs that they are. In adult terms, then the baby cannot talk.

He has superb sensory pathways to take in information, but he has nit yet developed the motor pathways sufficiently to get information back out in a way that can readily be understood.Since this is the case, someone will no doubt ask you how can teach a baby to read when he cannot yet talk. Reading is done with the visual pathway, not the mouth. Readings is the process of taking in language of putting out language in its oral form.

Reading is a sensory ability as is hearing. Talking is a motor ability as is writing. Talking and writing require motor skills that the baby doesn't have.  The fact that your baby is too young to speak and is not able to say his reading words does not negate the fact that you are increasing and enrichment his language by teaching him to read.  Indeed such investment in teaching the baby to read will speed his talking and broaden his vocabulary. Remember that language is language, whether transmitted to the brain via the eye or via the car.

At The Institute for the achievement of Human Potential we use reading as one of the important means of teaching brain-injured children to speak. Reading aloud for a 4 months old is impossible. This is to his great advantage since no one will be tempted to try to get him to do this. He can read as you and I read silently, quickly and effectively. At this age of tiny child a glutton  for information. He will probably demand more information than you are able give him. When you begin your reading program you may often find that at the end of a session he will demand more. Resist the temptation of repeating his words again or doing another group just then. He might happily see 4 or 5 groups of words and still want more.

You can actually show several sets back-to-back with 3 or 4 months old and get away with it for a few months, but he prepared to change in the near future because you will need to do so. Remember he is a linguistic genius - be prepared to feed him with a lot of new single words.


Monday, June 6, 2011

Quranic Baby Genius

Posted by Siti Mazlita | 0 comments
Alhamdulillah, pagi ni umi rasa happy sebab dapat berborak dan share dengan Kak Lina, ibu Darwish dan Darwisya yang selama ni dok belek dan intai-intai cara Kak Lina didik anak...banyak ilmu yang umi dapat walaupun perbualan telefon amat singkat..(kacau kak Lina tengah shopping dengan anak-anak dia..hehe) Umi kononnya nak join program Kak Lina, tp quota dah penuh..sedeh je...huhu..tapi ala kulli hal, hope kita boleh keep in touch..umi perlu banyak lagi belajar daripada orang yang banyak pengalaman dalam mendidik anak nie..I LIKE IT!!

Umi ade tanya beberapa soalan yang umi boleh kongsikan sama-sama di sini:
Secara ringkasnya, apa yang umi boleh kongsikan di sini, Kak Lina secara seriusnya mengajar anaknya ketika berumur 3 tahun, mengajar membaca dan usia 4tahun, darwish /sya boleh membaca dengan lancar...tapi exposure tu memang perlu dimulakan ketika baby lagi...memang apa yang umi kaji dan lihat, pada usia 2tahun ke atas mommy perlu mengambil inisiatif lebih sikit untuk mengajar dan pada waktu ini, anak lebih cepat belajar sebab mereka sudah mula boleh bercakap dan belajar secara "serius"..kapasiti otak mereka juga telah menyamai 80% otak dewasa. tetapi prinsipnya tetap sama, belajar sambil bermain...ibubapa mereka kreatif dengan memahami dunia kanak-kanak adalah bermain. Umi sangat kagum bila darwish telah dididik menghafaz sambil bermain..jom tengok video cute bawah ni..



Bertanya tentang pendapat Kak Lina tentang mengajar ketika usia baby, Kak Lina memang sangat bersetuju supaya usaha mengajar membaca ini perlu diterapkan sejak baby lagi...Jika kita lihat hari pertama lagi baby dilahirkan, mereka disambut dengan azan dan iqamat i.e baby diajar dengan memperdengarkan apa yang kita dengarkan kepada mereka. Oleh itu, kita amat disarankan untuk memperdengarkan selalu ayat-ayat Qur'an kepada baby sebagai salah satu pendidikan al-Qur'an kepada mereka. Untuk anak yang pelat bercakap, Kak Lina juga mencadangkan untuk diajarkan al-Quran kerana ia adalah "speech theraphy" kepada anak. Mengikut pakar, bagi mereka yang mempunyai anak yang pelat, ibubapa perlu bercakap dengan bulat dan jelas kepada mereka selalu. Tetapi, dalam kesibukan kita sekarang sebagai ibubapa yang bekerjaya, selalunya tidak ada masa/ kurang berkesempatan untuk berbuat demikian selalu setiap kali bercakap. Maka, jika ada anak yang pelat, segeralah ajarkan kepada mereka al-Quran kerana al-Qur'an itu perlu dibaca dan disebut dengan betul, maka dalam proses mengajarnya, kita akan menyebut dengan bulat dan jelas, menyebabkan pelat mereka akan hilang secara berperingkat, insyaallah.. Rasulullah s.a.w. bersabda:"Memberi ilmu ketika kecil laksana melukis di atas batu." (Riwayat al-Baihaqi dan Tabrani)

Berkenaan dengan Little Reader, Kak Lina juga ada menyatakan bahawa alat bantu mengajar ini merupakan salah satu pilihan bagi menggantikan cara tradisional mengajar anak mengaji al-Qur'an. Ia sangat sesuai diajar kepada baby / anak-anak kecil bagi mempercepatkan proses pembelajaran kepada mereka. Kak Lina juga sangat suka pendekatan yang digunakan oleh LR ini dan terpulang kepada ibubapa yang ingin memanfaatkan alat bantu mengajar ini kepada anak-anak mereka... Di bawah ini, adalah video drpd Kak Lina untuk kita jadikan inspirasi dan semangat supaya anak kita mencontohi anak mereka.




p.s Adik comel Darwish dan Darwisha akan mempersembahakan bacaan hafazan mereka di Kediaman YAB Menteri Besar Perak pada 26 Jun ini...bittaufiq wan najah...umi love u all..muahhhs..!!


MENDIDIK JILUL QURAN AL-FARID
"GENERASI AL-QURAN YANG BERGERAK!!!"

Tuesday, May 24, 2011

Hayya bil 'Arabiah!!

Posted by Siti Mazlita | 0 comments
Hayya bil 'Arabiah!! Jom kita sama-sama ajar nasyid bahasa arabb..yeayyy!!!

Di bawah ini adalah salah satu video yang mommy boleh download dan dengarkan pada baby...rentak dia seronok dan mommy boleh belajar sekali kan...belajar huruf hijaiyah first step untuk belajar quran...

Umi ada codekan sekali "lirik" dia dan maksud sekali supaya mommy boleh nasyid sekali, baru best!! tapi maknanya lebih kurang je lah ye..as long as mommy  faham apa yang diajar dan nyanyikan....
I LIKE IT! Jom ajar baby huruf hijaiyyah!!


alif - ya....
hazihi huruful hija' (ini huruf hija')

alifun arnab yajri yal'ab ya'kuluhu jazaran kaila yal'ab
ba 'un battah nattot nattoh waqa'at dohakat min hal qittah
ta un taj fauqa ras' fi hi zahab wa fi hi mass
tha un tha'lab tho da dajajah huwa makir waktal hajah

jim mun  jamalun fis sahra' mithla safinah fauqal ma'
ha un hajjun asma rahgbah fi hi tawafun haulal ka'abah
kho un khubjun 'indal bai' la ya'kuluhu illah jai' (ni part yang umi paling suka!!)
dal un dikk hasasun saut qama yuazzinu fauqal bait

dzal un dzikbun wahsun solbun ya yurhibuhu illa al-kalb
ra un rajulun arafat dina fahuwa saduuqun wahuwa amin
zai un zahrah asfaruhu ahmar hiya bi 'aini ahlaaman dharr
sin un saah tahfazu waqti fi madrasati au fil baiti

sinn un syams sun uqdik fiha diqq wa fi ha an-nurr
dhad un soiq alqasshabakah ba'da kolilin soodashabakah
dho un dhabit yahmi watoni yahfazu 'amni yar'aa sakani
tha un thiflun ajmalu thiflin fahuwa nazifun hasanuss shaklih

zo un zifrunazzofnah thola qalilan faqosasnah
ain un ainan takhsallah takhsu ghoiran fi hi ridha
ghain un gharr gharrun hira' fihi unzilal qur'an
fa un fil zu aan yarr wahuwa sodiqun ya ashab
qof un qamarun fihi manalun wamawaqitun tahdi sail
kaf un kalbun 'aasya jiwari yahrusu ghanami yahrusu dari

lam un lahmun yanmu jismi yaksu 'azmi fihi asmah
mim un masjid baitullah fi hi uaddihi kullassolah
nun un nahrun nairun nail fahuwa kareemun ghairu bakhil
ha un haromun aalil himmah wabiurun zul himmah 
waw un wajhun lil insan fihi nuurun bil iman
ya un yaddun tarsumu zahrah tubdi'u syakhlan tuzhiru fikrah..



*mencabar jugak nk code ikut rumi ni..senang lagi klu arab...takpelah..at least mommy sume dapat clear baca n ikut skli nasyid...

Thursday, May 19, 2011

Why We Teach Baby To Read?

Posted by Siti Mazlita | 0 comments
If you saw a one year old speaking would you call that genius? Probably not, many children speak around their first birthday. If you saw a one year old reading would you call that genius? Most likely, YES!!!



Did you know that babies learn to read just as easily as they learn to speak? It is actually EASIER for babies to learn to read than to speak, do you know why? The answer is simple. But let we know a few things... When we teach to read using the whole-word method, also called sight reading. Babies that learn to read using the whole-word method, naturally learn the rules of phonics on their own or with very little exposure to phonics lessons.

At birth, baby's auditory pathway is still developing, what that means is that the more you talk to your baby, the more languange your baby hears, the faster your baby will fully develop their sense of hearing. Have you ever wondered how your small baby could sleep with the vacuum cleaner on? At birth, baby's visual pathway is still developing as well. This means that your baby cannot see clearly at birth. Your baby's vision is not bad, it is just not fully developed. Therefore, the more you stimulate their visual pathway, the faster the visual pathway will develop. The brain grows through use. We know this is true because preemies, babies born before term, are not blind or deaf until they reach gestational age. By stimulating them visually and by speaking to them, their visual and auditory pathway are developing. We don't expect preemies to not be able to hear or see until they are 9 months gestational.

FACT 1: THE BRAIN GROWS THROUGH USE.

What does any of this have to do with your baby being able to read? Have you noticed that there are many ways to say something? Let's say for example that your baby is waking up and you pick him up and say, "Good morning, baby!" That seems simple enough. But, you can put the emphasis on any one of those words and it would sound different each time. You can say, "GOOD morning,baby!" or "Good MORNING baby!" or "Good morning, BABY!". Then, each of these sounds different to a small baby.
 

FACT 2: BABIES LEARN TO READ EASILY WHEN THE PRINT IS LARGE. 

Yet we still haven't answered why it is easier for baby to learn to read than to speak. First of all, speaking is a motor skill that is not acquired until around the age of one. But, your baby is able to see shapes and outlines at birth. Each day your baby's visual pathway is growing and by three months of age, your baby's vision is developed. Let's say, that at three months of age, we show a baby the words good morning, baby. As we discussed previously, there are several ways to say that phrase. But look at it. The words don't change. So if every time you were to say, "Good morning, baby," to your baby you showed your baby the words also, your baby would learn the written language simply.Your baby sees the words, and knows that is what they say, and that there are different ways to say them. And that is how simple it is for tiny babies to learn to read! We present the words in large print for their developing vision and they learn to read the words. Because their brain development is so rapid during the first five years of life, they are able to learn at an amazing rate.



How do we know they can read, since they can't speak? 

There are several ways to determine that babies can read. First of all, you can see that they are looking at the print. You can see their eyes follow along. Some babies can demonstrate by pointing to a body part that is shown to them in written form. For example, show your baby the word nose, and they may touch their nose. Some babies, if given the choice of two words, will look at, point to or grab the correct word asked for. Let's say you hold up two words, clap your hands. You ask your baby which word says clap and they look at it, lean towards it or grab it.These are all ways that your baby can demonstrate that they can read the words you have presented to them. But if your baby doesn't give any sign that they are reading? Well some babies will not show you that they can read, until they can speak. Some babies, will read to you once they have developed the motor skills to speak.

Does that mean that they were not reading prior to speaking? Certainly not! It is no different than the way they develop their language skills. We speak to them for a whole year or more before they even say anything that makes sense. Did we ever doubt that they were understanding what we were saying to them?One day your baby saying mama and baba, and shortly after they will be speaking in full sentences. Does that mean that your baby didn't understand full sentences before they could speak them? Heavens, NO!

You may be wondering how your baby is learning to read. At first,  your baby is leaning to read by memorizing the shapes and patterns of the words. But here is the amazing part! Babies can intuit phonics. In plian English that means that, once your baby has seen many words that start with the letter "s", your baby will know that the letter "s" makses the "sss" sound. Amazing, isn't it?  Babies that have been exposed to written language are actually capable of learning phonics all on their own. They are able to sound out words that they have never seen before. The genius is not the baby, but the brain that can decipher and decode all of this.

FACT 3: ALL BABIES ARE BORN WITH THE CAPABILITY TO LEARN TO READ!! (unless thet are blind, but they can still learn to read braille.)  

Babies are born with an amazing gift. Babies are born with a developing brain. This developing brain allows babies to learn at an incredible rate. We are still debunking the myth that they are only babies and they don't understand much. Instead we should embrace the first five years of life and provide rich environments for our babies. We should provide them with the opportunity to read, speak foreign languages, play musics and learn as much about the world as possible. Never again will they have the advantage that they have from birth to age five.

So why wait until the brain has slowed down to introduce reading? Why hot give your baby an advantage in life? It will never be as easy for your child to learn to read as it is today!


More time to play with your baby, more time to spend with your husband, more time to do the things we enjoy...So where do you find the time to teach your baby to read? Where does that fit into your busy schedule? You don't need to plan out lessons, you don't need to stock pile cards to teach your baby to read..(unless of course you want to.) This technique is simple..by simple watching fun and entertaining slide, your baby will be on their way to reading. It couldn't be any simpler! In fact, it will be so much fun for your baby, that your baby won't even realize what an amazing ability they are acquiring, the ability to read!

Tuesday, May 17, 2011

Bila sepatutnya mengajar anak?

Posted by Siti Mazlita | 0 comments
Beberapa hari yang lalu, umi ada terbaca tentang pendidikan awal kanak-kanak di blog, (surirumahtangga.blogspot.) mengupas tentang 'bila sepatutnya mengajar anak?" Umi copy paste artikel tersebut untuk kita sama-sama berfikir dan boleh share idea..

*********************************

"Sebenarnya dua hari lepas, semasa menonton perbincangan dalam rancangan "Al-Nafs wal Hayah", Dr Tarek Habeeb, pakar psikologi Islam (berasaskan Islamisasi Ilm), ada menyebut tentang perkara ini. Namun penjelasan beliau berkaitan dengan memupuk kasih sayang. Beliau menegaskan bahawa "tidak boleh mengajar kanak-kanak membaca sebelum berumur 7 tahun, begitu juga tidak boleh menyuruh mereka menghafal quran dan ilmu-ilmu lain."

Ini kerana peringkat ini sepatutnya kanak-kanak diberikan sepenuh kasih sayang serta diberi sepenuh kebebasan untuk memiliki dan meluahkan perasaan kasih terhadap keluarga dan alam sekeliling mereka. Setelah berumur 7 tahun ajarlah apa-apa yang kita ingin ajar mereka. Bagi beliau terlalu cepat mengajar anak-anak akan menyebabkan mereka mengalami masalah psikologi apabila besar nanti. Jadi saya teringat pelbagai kisah anak-anak genius di Malaysia yang ditimpa pelbagai masalah ketika besar. Mungkin itulah masalah yang diperkatakan oleh pakar psikologi itu. Begitulah sedikit idea beliau, yang banyak berasaskan sunnah Rasulullah s.a.w.

Jadi saya terfikir, rupa-rupanya ada juga orang lain yang berfikiran begini. Apakah yang sepatutnya kita amalkan? Maklumlah 2 orang anak saya dah belajar sebelum 7 tahun, ketika berada di Educare UIA, ikut sistem educare, manakala 2orang lagi agak lambat, ketika mereka masuk darjah satu. Memang ade perbezaan antara mereka. Teringat juga ketika berbincang dengan Dr Ulaahun (mengajar pendidikan anak-anak), beliau juga menegaskan agar kita memberi sepenuh kebebasan kepada anak-anak ketika berumur di bawah 7 tahun. Begitu juga tentang mendidik anak solat. Apabila membaca buku-buku ulama Arab, memang disebut agar mula mengajar ketika anak berumur 7 tahun. Kesemua mereka berdasarkan hadis Rasulullah s.a.w. : "Ajarkanlah anak-anakmu solat ketika berumur 7 tahun...". Di samping itu juga,saya juga terpengaruh dengan kata-kata Saidina Ali yang membahagikan pendidikan anak-anak kepada 3 bahagian, 7 tahun pertama diberi sepenuh kasih sayang, 7 tahun kedua didisiplinkan dan 7 tahun ketiga dijadikan kawan.".




***********************************


My 2 cents comment tentang artikel di atas:

Setiap ibu bapa mempunyai cara didikan anak yang tersendiri. Dengan teknologi moden yang ada kini, pelbagai cara dan metod yang digunakan untuk memberikan didikan dan pembelajaran kepada anak-anak, memandangkan dunia sekarang menyaksikan saingan anak-anak yang bijak dan "advance". Umi rasa ramai yang setuju dengan kenyataan ini...kalau dulu, mana ada exam di tadika, tapi sekarang sistem tadika juga perlu kepada peperiksaan. "kecik-kecik lagi dah tension dengan exam, umi rasa masa usia tu, umi masih seronok lagi dengan dunia kanak-kanak..bermain!!" hehe...dan sedikit sebanyak sistem juga menyebabkan ibubapa terpaksa mengambil inisiatif mengajar anak dengan lebih awal, kaaan??

Tentang perkara ini, wallahu'alam...umi sendiri tiada jawapan yang pasti..kita semua perlu belajar dari orang yang berpengalaman, belajar juga dari ibu mithali yang berjaya membentuk dan melahirkan anak yang soleh solehah musleh muslehah..tetapi pengalaman mereka itu sebagai guideline untuk kita mendidik anak mengikut rentak dan waqi' kita sendiri namun masih mengikut acuan Quran dan sunnah. Kepelbagaian cara mendidik itu terpulang kepada masing-masing asalkan acuan itu masih sama. Setiap anak yang dilahirkan tidak sama dengan yang lain, masing-masing mempunyai keistimewaan dan kelebihan yang tersendiri...maka tiada salah jika kita menggunakan apa cara dan teknik sekalipun asalkan niat dan matlamat kita untuk mendidik anak sebagai ibadah dan amanah itu dipikul dengan sebaiknya. Usaha dan ikhtiar kita untuk melakukan sesuatu yang terbaik itu insyaallah akan diganjari dengan pahala yang berlipatkali ganda insyaalllah..dengan doa dan munajat yang berterusan....

Oleh itu jika matlamat kita jelas, persoalan untuk mendidik anak pada usia yang paling awal lagi tidak timbul, bila mana pendidikan itu dengan penuh kasih sayang, seronok, gembira, happy happy go lucky, maka ia sama sekali tidak menjejaskan kebebasan anak untuk bermain dan mereka boleh menjelajah dunia kanak-kanak mereka secara ter"pimpin". Secara tidak langsung jugam jika kita mendidik mereka pada usia awla lagi, mereka akan terdedah dengan suasana/biah yang baik..contoh budaya membaca ( tak kira la buku ke, majalah, quran lebih-lebih lagi..kaan..?) then kita boleh mencipta permainan yang mendidik melalui interaksi dengan alam dan benda sekeliling mereka..so mereka pasti akan enjoy..makanya, ia pendidikan itu tidak terhad kepada pendidikan formal atau terlalu formal...;)




Last but not least, perkara yang sangat penting bagi ibubapa ialah "konsisten"..bagaimana nak menjadikan anak-anak kita ini konsisten "bijak" dan konsisten "cerdik"nya sehingga dewasa. Ada juga setengah kanak-kanak bijak pada usia awalnya tetapi berlaku kemunduran apabila mencecah usia sekolah menengah dan universiti. Pendeknya kita perlu memastikan mereka ini bijak dan cerdik di dunia dan bijak cerdik di akhirat.Umi pernah mendengar satu ungkapan.."ibubapa ini mendidik tetapi keputusan itu hanya mutlak di tangan Allah". Jika kita lihat di luar sana, tidak dinafikan ada ibubapa yang mendidik dan memberi yang terbaik kepada anak-anak, tetapi apakan daya, pendidikan anak itu berakhir dengan bukan sesuatu yang diharapkan...so anak ini adalah amanah Allah, kita sebagai hamba hanya mampu berusaha dan berikhtiar dengan sebaiknya berbekalkan doa dan tawakkal, insyaallah, semoga Allah sentiasa merahmati usaha kita semua..ameeen... fikir-fikirkanlah..



Tinggalkan sebarang komen / cadangan / pertanyaan anda di sini:
*
*
*
*

Visitor

Nak tanya..?

Followers

 

My Blog List

Designed by Miss Rinda | Inspirated by Cebong Ipiet | Image by DragonArtz | Author by mybabycanread :)